membaca adalah kunci pertama untuk mencapai kesuksesan. do the best!

Sahabat yang Datang dan Pergi

Sahabat yang Datang dan Pergi

 by : rafif naufi waskitha hapsari

Pagi yang mendung, tak menyurutkan semangat Afi, untuk berangkat sekolah. Afi langsung melihat jam beker yang ada di sampingnya, jam beker itu menunjukkan pukul 04.30 pagi. Afi langsung beranjak keluar dari kamarnya dan munuju kamar mandi untuk mencuci muka dan mengambil air wudzu.

Afi mulai mengambil alat sholat yang ada di meja, lalu mulailah Ia melaksanakan sholat Shubuh. Setelah selesai Afi lalu melipat alat sholatnya dan meletakkan di meja kembali. Afi duduk sejenak sambil memandangi tempat tidurnya yang sangat berantakan. Beberapa menit kemudian tempat tidur afi sudah rapi.

Jam beker sudah menunjukkan pukul 05.15 menit Afi segera mandi dan tak lupa membangunkan Yudha adiknya, yang masih tertidur pulas di kamarnya. Setelah selesai mandi Afi langsung dandan dan mengecek kembali pelajaran yang akan dibawa nanti. Setelah itu baru Afi makan pagi dan berangkat sekolah. Afi bersekolah di SMP yang cukup terkenal Afi duduk di kelas 7.

“Afi..”,sapa Kinar, Elly, Sarah, Emi, Ana dan Rena dari jendela kelas.

Afi pun hanya membalasnya dengan senyuman. Baru Afi meletakkan tas nya di bangku, Afi sudah dikagetkan dengan bunyi bel. Jam dinding di kelas sudah menunjukkan pukul 12.15 menit, waktunya pulang. Selang beberapa detik terdengar bunyi bel. Di depan sekolah ternyata Bu Ani sudah menunggunya.

Sekitar pukul 12.45 menit Afi sudah sampai di rumah. Afi pun langsung melepas sepatu kesayangannya dan selangkah demi selangkah Ia berjalan menuju kamar nya. Setelah selesai berganti pakaian Afi pun langsung keluar dari kamarnya dan menuju meja makan.

Setelah makan Afi langsung menuju kamarnya lagi. Afi sangat gemar membaca buku, di saat Ia sedang membaca buku terlintas dibenaknya sahabat SD nya dulu. Seketika Afi langsung mengambil Hand Phone nya dan berniat untuk mengirim pesan kepada sahabatnya itu. Pesan itu memang sudah terkirim kepada sahabatnya, Lina tapi tak kunjung di balas. Tak begitu lama akhirnya Lina membalas pesan Afi tetapi malah Lina marah kepada Afi, karena Afi mengirim pesan di waktu yang salah.

Perdebatan antara Afi dan Lina pun semakin panas dan Lina memberikan kata terakhirnya untuk Afi,”JANGAN GANGGU AKU LAGI PERSAHABATAN KITA HANYA CUKUP SAMPAI DISINI”

Seketika Afi merasa bersalah dan isak tangisnya tak dapat dibendung lagi. Afi menjatuhkan air mata. Afi menangis dan terus menangis sampai akhirnya Ia tertidur pulas di kamarnya. Sekitar pukul 13.45 menit Afi terbangun dari tidurnya dan Ia langsung bergegas  turun mengambil air wudzu untuk melaksanakan sholat dzuhur.

Setelah kejadian itu Afi selalu gelisah, kejadian itu sangat mengganggu aktivitasnya. Afi selalu teringat akan Lina. Seminggu setelah kejadian itu Afi semakin terpuruk dengan keadaannya saat ini. 1 bulan telah berlalu, akhirnya Afi sudah bisa melupakan Lina walaupun belum sepenuhnya  lupa dan terkadang masih terbayang wajah Lina di benaknya.

Kemudian Afi mencoba bangkit dari keterpurukannya itu. Ia merasa hampa tanpa sahabat lalu Afi mencoba untuk mencari teman, tak pandang kaya miskin, jelek dan cantik. Kini Afi mempunyai banyak teman dan semangatnya mulai tumbuh, tumbuh dan terus tumbuh.

Di saat seperti ini lalu datanglah seorang sahabat, Ia bernama Randy. Mereka bertemu di toko buku, saat itu Afi  dan kakaknya sedang asyik melihat buku, ada seorang cowok yang ternyata Randy memakai baju berwarna putih dengan lengan pendek dan celana hitam panjang kira-kira 1 cm di atas mata kaki berjalan dengan sangat tergesa-gesa lalu jatuhlah dompetnya tepat disamping Afi.

“Hei dompatmu jatuh!”,teriak Afi sambil melambaikan tangan.

Tetapi Randy sudah terlanjur pergi, akhirnya Afi mencari akal, lalu Ia membuka dompet Randy, ternyata di dalam dompetnya ada kartu identitas pelajar dan sebenarnya Randy bukan dari kota ini melainkan dari kota Malang. Afi pun berniat untuk menghubungi Randy. Akhirnya Randy dapat dihubungi dan Afi mengajak untuk bertemu di depan toko buku tadi.

Saat Afi dan kakaknya  keluar dari toko buku ternyata Randy sudah berada di depan toko buku.

“Ini dompetmu!”,ucap Afi mengawali pembicaraan.

“Terimakasih”,jawab Randy sambil beranjak pergi dari teras toko buku.

“Dasar cowok  aneh!”,gumam Afi.

Sejak saat itu Afi dan Randy bersahabat. Afi berharap persahabatannya tidak akan kandaas di tengah jalan. Di saat Afi sudah dapaat tersenyum dengan sangat lebarnya Lina datang kembali Lina meminta maaf kepada Afi. Tetapi sayang hubungan antara Lina dan Afi tidak dapat seakrab dulu. Afi berpikir sejenak tak sadar Ia mengucapkan, “SAHABAT YANG DATANG DAN PERGI”.

 

 

4 responses

  1. BAGUS JUGA NIH… CERITANYA

    April 15, 2012 pukul 11:07 am

  2. gaga

    ayo ceritanya dipanjangkan

    Juli 17, 2012 pukul 3:47 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s