membaca adalah kunci pertama untuk mencapai kesuksesan. do the best!

Awal Persahabatan yang Indah

Awal Persahabatan yang Indah

 by : rafif naufi waskitha hapsari

Pagi yang cerah, matahari belum sepenuhnya terbit Nadin sudah terbangun dari tidurnya. Udara yang sejuk, indah dan dingin ini Keluarga Pak Santoso sudah bersiap untuk berangkat ke Bogor. Mereka akan mengunjungi keluarga sekalian berlibur.

Sekitar pukul 3 pagi mobil Avanza milik Pak Santoso sudah keluar dari halaman rumah. Di dalam mobil tampak Nadin yang sedang bersedih, Nadin teringat oleh sahabatnya yang dulu selalu ada untuknya sekarang sudah jauh darinya karena sahabatnya sudah pindah ke Bogor.

Sekitar pukul 04.45 menit mobil Avanza berwarna silver milik Pak Santoso itu berhenti di depan masjid. Keluarga Pak Santoso hendak menunaikan ibadah Sholat Shubuh. Di saat Bu Eni dan Pak Santoso beristirahat, kedua kakak beradik itu segera berlari, bersenang-senang dan bergembira. Mereka ingin sekali tiba di rumah Bude Dewi.

Kakak beradik itu tampak akrab sekali, tampak senyum manis diantara wajah keduanya. Tiba-tiba terdengar suara Bruuk…. dilihatnya bola melayang yang akhirnya jatuh mengenai kepala Rifky.

“Bola siapa ini?”,tanya Nadin sambil memegang bola itu.

“Itu bolaku memangnya ada apa? Apa ada masalah dengan bolaku itu?”,tanya cowok itu.

“Iih kamu itu ngomong seenaknya aja ya? Kayak nggak merasa bersalah sama sekali”,Protes Nadin.

“Maaf…”,sambung cowok itu.

“Hei kamu minta maaf ikhlas nggak sih?”,teriak Nadin.

“Udahlah kak gak papa!”,ucap Rifky.

“Eh cerewet banget sih kamu.. yang kena bola kan adikmu kenapa kamu bingung? Lagian aku juga udah minta maaf. Dasar cewek aneh!”,keluh cowok itu.

“Eh… coba deh kamu pikirin yang aneh aku atau kamu? Masa main bola pagi-pagi? Aneh kan!”,ejek Nadin.

“Halah kakak-kakak ini kayak anak kecil aja pakek acara berantem segala! Huh…!”,sambung Rifky sambil membalikkan badan dan langsung berjalan menuju masjid tadi.

“Eh tunggu dik….. Ah semua ini gara-gara kamu!”,ucap Nadin sambil berlari mengejar Rifky.

Beberapa menit kemudian keluarga Pak Santoso sudah sampai di tujuan. Sampai disana Nadin langsung bersenda gurau dengan Putri dan Fariz anak Bude Dewi. Nadin dan Fariz bercerita tentang pengalaman di sekolah mereka masing-masing, sedangkan Putri dan Rifky asyik bermain.

“Hm.. mau gak aku kenalin sama teman ku dia cowok! dia baik kok, dia pintar dan juga jago banget main sepakbola!” ,tawar Fariz.

“Terserah buatku semua teman itu sama!”,jawab Nadin.

“Oke,!”,jelas Fariz.

“Huuuh….”,sambungku sambil beranjak berdiri dari kursi dan hendak menuju kamar.

Tiba-tiba terdengar suara teriakan Putri, ternyata Putri mengajak untuk membeli es krim. Saat Nadin ingin mengambil Es Krim pilihannya tiba-tiba ada tangan yang juga ingin mengambil Es Krim itu, mereka berdua lalu saling memandang.

“Apa kamu lagi? Bosan aku melihat wajahmu itu!”,tegur Nadin.

“Siapa juga yang nyuruh lihat wajahku? Gak ada kan?”,sambung cowok itu.

“Sana…. ya udah ambil aja Es Krim itu!”,balas Nadin sambil mengambil Es Krim yag lain dan segera membayarnya dan langsung berjalan menuju rumah.

Tanpa pikir panjang Putri pun segera mengejarnya,”maaf ya kak”,ucap Putri kepada Rizky.

Sesampainya di rumah Nadin langsung memberikan Es Krim itu kepada Fariz, Putri dan Rifky. Dia pun langsung berlari menuju luar rumah dan duduk di teras rumah. Fariz dan Rifky bingung melihat tingkah laku Nadin, akhirnya Putri menjelaskan tentang kejadian tadi.

Ayam sudah berkokok, dan matahari sudah hampir terbit Nadin, Fariz, Rifky dan Putri sudah bangun dari mimpi indahnya. Setelah mereka semua selesai sholat, mereka langsung menuju keluar rumah dan lari pagi. Di tengah perjalanan Fariz mengajak Nadin untuk berkenalan dengan Rizky, yang ternyata orang yang membuat Nadin sebel, sebenarnya fariz sudah mengetahui kejadian itu tetapi Fariz ingin mempersatukan mereka menjadi sahabat.

Setelah Nadin bertemu dengan Rizky, Nadin langsung terbelalak kaget. Nadin tidak menyangka bahwa teman yang akan berkenalan dengan dirinya adalah Rizky.

“Apa? Kamu lagi? Ngapain sih kamu ngikutin aku mulu?”,tanya Nadin.

“Ya gitu deh.. Ta..”,belum sempat Fariz meneruskan penjelasannya itu Nadin sudah menyela.

“Tapi aku kesini dipaksa sama kak Fariz buat dikenalin sama temennya dan sehubung temennya itu adalah kamu cowok aneh, yang main bola pagi-pagi jadi aku gak mau kenalan sama orang kayak kamu!”,jelas Nadin.

“Eh sapa juga yang mau kenalan sama cewek cerewet kayak kamu?”,balas Rizky.

Tetapi karena Nadin teringat oleh perkataannya, tidak membedakan teman karena semua teman sama baginya akhirnya Nadin mau berkenalan dengan Rizky dan mau berteman dengannya.

Rizky dan Nadin pun menjadi akrab, tak terasa Nadin sudah 4 hari tinggal di Bogor. Besok waktunya nadin untuk kembali ke Bandung. Nadin sangat senang karena akhirnya Ia mendapatkan sahabat baru.

Pukul 7 pagi mobil Avanza milik Pak Santoso sudah keluar dari halaman rumah Bu Dewi. Lambaian tangan mengawali keberangkatan mereka. Di dalam mobil Nadin hanya memeluk boneka beruangnya sambil melamun, disaat Nadin sedang asyik melamun tiba-tiba terlintas kata yang menarik, “Awal Persahabatan yang Indah”.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s